Defakto – Kepala Sekolah SMK Boash, Menyerahkan Ijazah pada Orang Tua Murid di Kantor KCD Kelurahan Karadenan Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor, Selasa (8/9/2026).
Salamah (Shasa) menyampaikan pada media yang tergabung dalam wadah Serikat Praktisi Media Indonesia SPMI ” bahwa pihak sekolah akan terus melakukan berbagai perbaikan ke depan, khususnya dalam meningkatkan pendampingan terhadap siswa serta penguatan sistem di bidang kurikulum.
“Untuk saat ini masih banyak hal yang harus kami perbaiki ke depannya. Kami menyadari bahwa untuk mewujudkan kebaikan dan idealisme tentu membutuhkan proses. Saya juga harus terus mendampingi dan mengawal divisi kurikulum agar seluruh proses berjalan sesuai dengan harapan, termasuk masukan dari tim audiensi,” ujar kepala sekolah.
Terkait persoalan ijazah yang sebelumnya menjadi pembahasan dalam audiensi, Shasa menegaskan bahwa menurut pihak sekolah tidak terdapat penahanan ijazah terhadap siswa.
“Menurut kami, tadi tidak ada penahanan ijazah. Apa yang disampaikan Pak Udin menjadi bahan bagi kami untuk bercermin dan melihat persoalan ini dari sisi nurani sebagai manusia. Kami percaya anak mampu berproses dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapinya,” jelasnya.
Shasa menambahkan, apabila terdapat kekurangan nilai atau persyaratan akademik yang belum terpenuhi, pihak sekolah berharap diberikan waktu yang cukup agar siswa dapat menyelesaikan proses tersebut dan memperoleh hak akademiknya.
“Kami berharap ada waktu tenggang bagi anak untuk menyelesaikan kekurangan nilainya, sehingga proses pendidikannya dapat diselesaikan dengan baik dan haknya tetap terpenuhi,” katanya.
Menurut Shasa , pihak sekolah pada prinsipnya tetap memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan seluruh proses pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya. Ke depan, pendampingan terhadap siswa, khususnya terkait nilai dan proses akademik, akan diperketat.
“Kami percaya pada akhirnya anak ini harus menyelesaikan prosesnya. Ke depan, pendampingan terkait nilai dan berbagai hal lainnya akan kami perketat agar persoalan serupa tidak kembali terjadi,” tegasnya.
Shasa memastikan persoalan yang menjadi pembahasan dalam audiensi tersebut telah diselesaikan dan akan menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah.
“Untuk permasalahan tadi sudah selesai. Insyaallah seluruhnya akan kami selesaikan dan menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk melakukan perbaikan ke depan,” ujarnya.
Ia berharap evaluasi tersebut dapat menjadi momentum bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, komunikasi, serta pendampingan terhadap siswa.
“Harapan kami ke depan tentu bisa lebih baik lagi, baik dalam proses pendampingan maupun dalam menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi siswa,” pungkasnya. (Hendrik)