Defakto /Den Haag – Rasya Alteza Ghandi mengungkapkan rencananya untuk melanjutkan pendidikan menengah atas di Australia. Remaja yang akrab disapa Rasya itu mengaku tertarik menempuh pendidikan di luar negeri untuk mendapatkan pengalaman dan wawasan baru.
Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di Sekolah Indonesia yang berada di Den Haag, Belanda, Rabu (29/4/2026).
“SMA nanti rencananya ingin sekolah di luar negeri. Papa juga mendukung agar saya mendapat pengalaman baru di Australia,” ujar Rasya.
Menurut Rasya, rencana tersebut telah didiskusikan bersama kedua orang tuanya, Imbris Ghandi dan Tini Agustini. Bahkan, sang ayah telah lebih dahulu menyarankan Australia sebagai tujuan pendidikan karena keluarga mereka cukup sering berkunjung ke negara tersebut.
Peraih medali emas Kejuaraan Dunia Pencak Silat di Australia itu mengaku ingin mengeksplorasi banyak hal selama menempuh pendidikan di Negeri Kanguru. Meski demikian, ia menegaskan belum akan berangkat dalam waktu dekat karena masih ingin menyelesaikan pendidikan yang saat ini dijalaninya di Indonesia.
“Saat ini saya masih melanjutkan sekolah di Indonesia. Mungkin nanti saat SMA baru sekolah di Australia,” jelasnya.
Terkait rencana pendidikan tinggi, Rasya mengaku memiliki ketertarikan pada bidang Hubungan Internasional. Namun, ia masih membuka peluang untuk mempertimbangkan pilihan lain sesuai perkembangan minat dan kemampuannya di masa mendatang.
Menariknya, soal sekolah tujuan di Australia, Rasya menyerahkan sepenuhnya kepada sang ayah. Ia mengaku masih fokus pada pendidikan yang sedang dijalani saat ini.
“Papa yang sudah memilih dan mencari sekolah yang cocok di sana. Kalau saya masih fokus belajar di sini dulu,” katanya.
Meski memiliki rencana melanjutkan pendidikan ke luar negeri, Rasya menegaskan bahwa keputusan tersebut masih akan disesuaikan dengan perkembangan dan kesiapan keluarga. Namun, hingga saat ini Australia tetap menjadi pilihan utama.
Ketika ditanya mengenai karier pencak silatnya, Rasya memastikan bahwa pendidikan dan olahraga dapat berjalan beriringan. Ia berkomitmen untuk tetap berlatih dan mengembangkan prestasi pencak silat meskipun nantinya menempuh pendidikan di Australia.
“Siap, tidak masalah. Di mana pun kita masih bisa berlatih. Apalagi di Australia kami sudah memiliki banyak kenalan pesilat nasional. Papa juga memiliki hubungan baik dengan Federasi Pencak Silat Australia. Pendidikan tetap nomor satu, tetapi prestasi olahraga juga harus terus dijaga,” tegasnya.
Saat ini, Rasya memilih fokus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi pendidikan internasional. Ia ingin menguasai komunikasi global dengan lebih baik sebelum melanjutkan studi ke luar negeri.
Di sisi lain, Rasya juga mengungkapkan rasa syukurnya memiliki orang tua yang selalu memberikan dukungan dan perlindungan, termasuk ketika menghadapi komentar negatif di media sosial.
“Orang tua pasti akan selalu membela anaknya. Papa selalu menjadi garda terdepan untuk anak-anaknya,” ungkap Rasya.
Ia berharap dapat terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dan memberikan inspirasi bagi generasi muda Indonesia, termasuk adik-adiknya di lingkungan keluarga.
Sementara itu, Imbris Ghandi mengatakan bahwa rencana pendidikan Rasya di Australia telah dibahas secara matang bersama keluarga sejak dua tahun terakhir. Menurutnya, pendidikan dan pengembangan bakat olahraga harus berjalan seimbang.
“Kami sudah mendiskusikan rencana ini sejak dua tahun lalu bersama keluarga, termasuk Mommy Rasya dan Rasya sendiri. Alhamdulillah, saya sudah memetakan beberapa sekolah yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan Rasya di Australia. Kami juga sudah beberapa kali berkunjung dan melihat langsung sekolah-sekolah di sana. Mohon doa agar cita-cita dan rencana yang telah kami susun dapat terwujud dengan baik,” ujar Imbris Ghandi.
(Baim)