Defakto – Momentum bersejarah kembali menyelimuti Bumi Tegar Beriman. Kabupaten Bogor resmi menapaki usia ke-544 tahun, sebuah perjalanan panjang yang sarat dengan nilai sejarah, budaya, perjuangan, dan semangat kebersamaan masyarakatnya. Hari Jadi Bogor menjadi refleksi atas capaian masa lalu sekaligus momentum untuk menatap masa depan yang lebih maju dan berdaya saing.
Dalam peringatan tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bogor mengusung semangat pembangunan yang berakar pada budaya lokal dan penguatan ekonomi kerakyatan. Berbagai elemen masyarakat diajak untuk mengambil peran aktif dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Bogor Raya turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas perjalanan panjang Kabupaten Bogor. Organisasi tersebut menilai usia ke-544 tahun merupakan modal berharga untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai elemen lainnya.
Semboyan “Kuta Udaya Wangsa” yang berarti Bogor sebagai lumbung kejayaan menjadi pengingat bahwa kejayaan daerah tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur. Semangat silih asih, silih asah, dan silih asuh diyakini mampu menjadi fondasi dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan produktif.
Ketua BPI KPNPA RI Bogor Raya, Rizwan Riswanto, mengatakan bahwa Hari Jadi Bogor ke-544 harus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan membangun kesadaran kolektif dalam menggerakkan ekonomi rakyat. Menurutnya, kemajuan daerah tidak akan tercapai tanpa adanya sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat.
“Bogor memiliki potensi yang sangat besar, mulai dari sektor pertanian, UMKM, pariwisata, hingga industri kreatif. Potensi tersebut harus terus didorong agar mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Momentum Hari Jadi Bogor ini hendaknya menjadi penguat semangat untuk membangun ekonomi kerakyatan yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Rizwan Riswanto.
Lebih lanjut, Rizwan menegaskan bahwa BPI KPNPA RI siap mendukung berbagai program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, transparansi tata kelola pemerintahan, serta penguatan partisipasi publik. Menurutnya, keterlibatan masyarakat merupakan salah satu kunci keberhasilan pembangunan daerah.
Pilar utama pembangunan Bogor bertumpu pada para pelaku UMKM, pasar tradisional, petani, dan pengrajin lokal. Melalui penguatan sektor-sektor tersebut, Kabupaten Bogor diharapkan mampu menghadapi tantangan modernisasi tanpa kehilangan identitas budayanya. “Selamat Hari Jadi Bogor ke-544. Wilujeng Ambal Warsa Kabupaten Bogor. Mari rapatkan barisan, jaga warisan leluhur, dan terus berkarya demi mewujudkan Bogor yang lebih maju, berbudaya, dan sejahtera. Bogor Ngahiji, Bogor Munggaran,” pungkas Rizwan. (**)
Sumber: Hunas BPI KPNPA RI Bogor Raya