Defakto — Pemerintah Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kecamatan Bojonggede Tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran sekaligus mendorong lahirnya generasi yang berakhlak mulia.
Pembukaan MTQ Tingkat Kecamatan Bojonggede Tahun 2026 diikuti para peserta dari sejumlah desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Bojonggede, Kamis (10/9/2026).
Peserta berasal dari Desa Bojong Baru, Rawa Panjang, Susukan, Bojonggede, Ragajaya, Cimanggis, Kedung Waringin, Waringin Jaya serta Kelurahan Pabuaran.
Setiap desa dan kelurahan mengirimkan perwakilan untuk mengikuti berbagai cabang perlombaan yang telah ditentukan dalam pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan tersebut.
Kegiatan pembukaan dihadiri Camat Bojonggede Tenny Rhamdani, Ketua MUI, Kepala KUA, Kapolsek Bojonggede, Danramil Bojonggede, Kanit Satpol PP, unsur kepala desa serta berbagai elemen masyarakat se-Kecamatan Bojonggede.
Camat Bojonggede Tenny Rhamdani mengatakan, pelaksanaan MTQ Tingkat Kecamatan Bojonggede Tahun 2026 diikuti sebanyak 58 peserta dari sejumlah desa dan kelurahan.
“Peserta yang mengikuti kegiatan MTQ Tingkat Kecamatan Bojonggede ini sebanyak 58 orang. Sebenarnya yang terdaftar ada 60 peserta, namun dua orang peserta dari Desa Cimanggis terkonfirmasi sakit sehingga belum bisa mengikuti kegiatan,” ujarnya.
Menurut Tenny, MTQ Tingkat Kecamatan Bojonggede memperlombakan 10 cabang musabaqah. Setiap desa dan kelurahan mengirimkan peserta sesuai dengan cabang yang diikuti, dengan jumlah rata-rata antara empat hingga sepuluh peserta.
Ia berharap kegiatan MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan bagi anak-anak, santri dan santriwati di Kecamatan Bojonggede.
“MTQ ini tidak hanya sekadar mewadahi para peserta untuk mengikuti perlombaan. Kami ingin kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan, pembelajaran dan penghayatan, bagaimana nilai-nilai Al-Quran dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Menurutnya, kemenangan dan hadiah bukanlah tujuan utama dalam pelaksanaan MTQ. Yang terpenting, kata dia, kegiatan tersebut dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda Bojonggede, untuk semakin mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Quran.
“Juara ataupun hadiah itu hanya sebatas bonus. Yang terpenting, MTQ ini dapat memberikan inspirasi kepada seluruh masyarakat, khususnya putra-putri asli Bojonggede, untuk terus menjadikan nilai-nilai Al-Quran sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Tenny menambahkan, para peserta yang berhasil menjadi juara di tingkat kecamatan akan dipersiapkan untuk mengikuti MTQ pada jenjang selanjutnya.
“Kami tentu akan merasa bangga apabila warga Bojonggede yang menjadi juara di tingkat kecamatan dapat kami ikutsertakan pada tingkat selanjutnya, baik tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan MTQ Tingkat Kecamatan Bojonggede Tahun 2026, pemerintah kecamatan berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda perlombaan tahunan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
MTQ juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap Al-Quran, berakhlak mulia serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. (Erik)