DEFAKTO — Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bogor melakukan sosialisasi program Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar) di Aula Kantor Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran pemerintah desa dan masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba.
Saat ditemui awak media di lokasi, Eko Sumarsono dari BNN menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari koordinasi lintas sektor untuk membentuk dan memperkuat Desa Bersinar di Kabupaten Bogor.
“Pada tahun 2026 ini, Desa Tonjong menjadi salah satu desa yang kami pilih untuk program Desa Bersinar. Pelaksanaannya melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar upaya pencegahan narkoba dapat berjalan secara terkoordinasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, BNN Kabupaten Bogor juga menjalankan program pembinaan bersama Pemerintah Kabupaten Bogor. Sejak awal tahun 2026, sekitar 20 desa telah mendapatkan pelatihan, termasuk Desa Tonjong. Program tersebut didukung melalui skema pendanaan pemerintah daerah maupun anggaran BNN.
“Untuk kegiatan Desa Bersinar kali ini, pendanaannya bersumber dari anggaran APBN BNN,” jelasnya.
Menurut Eko, dalam pelaksanaan program Desa Bersinar, kepala desa berperan sebagai ketua tim di tingkat desa. Selanjutnya, pemerintah desa dapat mengatur pembagian tugas sesuai kebutuhan, mulai dari bidang pencegahan, rehabilitasi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Dengan pembagian peran tersebut, program Desa Bersinar diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sosialisasi, tetapi juga membangun sistem pencegahan narkoba yang melibatkan pemerintah desa, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, dan warga secara berkelanjutan.
Eko mengungkapkan, dari total 40 kecamatan serta 435 desa dan kelurahan di Kabupaten Bogor, program Desa Bersinar telah dibentuk di sekitar 105 desa. Khusus di Kecamatan Tajurhalang, Desa Citayam telah lebih dahulu menjadi bagian dari program tersebut pada 2024, disusul Desa Tonjong pada 2026 ini.
“Kami berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat dan kesadaran terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba semakin kuat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai rehabilitasi secara sukarela. Menurutnya, upaya penanganan penyalahgunaan narkoba perlu disertai kepedulian dan keberanian untuk mencari bantuan, sehingga orang yang membutuhkan penanganan dapat memperoleh layanan yang sesuai.
Lebih lanjut, Eko menyoroti penyalahgunaan narkoba yang dinilainya semakin menjangkau berbagai wilayah dan kelompok usia, termasuk anak-anak serta remaja. Karena itu, upaya pencegahan sejak dini menjadi salah satu fokus penting BNN melalui sosialisasi rutin di lingkungan pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
BNN juga mendorong sekolah untuk mengintegrasikan upaya pencegahan narkoba ke dalam kegiatan pendidikan, termasuk melalui penguatan jejaring antinarkoba di lingkungan sekolah. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun pengetahuan dan ketahanan anak serta remaja terhadap pengaruh penyalahgunaan narkotika.
Namun, Eko mengakui upaya sosialisasi masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia. Saat ini, menurut dia, BNN Kabupaten Bogor hanya memiliki 4 petugas penyuluh untuk menjangkau seluruh wilayah kabupaten.
Kondisi tersebut membuat keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat menjadi semakin penting. Pemerintah desa diharapkan tidak hanya mendukung kegiatan sosialisasi, tetapi juga mampu menginisiasi langkah pencegahan secara mandiri, memperkuat deteksi dini, serta membantu menghubungkan warga yang membutuhkan dengan layanan rehabilitasi.
Melalui sosialisasi Desa Bersinar di Tonjong, sinergi antara BNN, pemerintah daerah, pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan semakin kuat. Dengan demikian, pencegahan narkoba dapat dilakukan secara berkelanjutan, dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga kehidupan bermasyarakat.
Selain narasumber utama Eko Sumarsono dari BNN Kabupaten Bogor, kegiatan tersebut juga dihadiri Edi Suyanto Kanit Reskrim Polsek Tajurhalang, Hariyanto Babinsa Tonjong, Mujiono Bhabinkamtibmas Tonjong, Antony Kasi Trantib Kecamatan Tajurhalang, Ibnu Binwil Kalisuren, Herman, serta jajaran perangkat Desa Tonjong, kader PKK, Karang Taruna, organisasi kemasyarakatan, dan para pemuka masyarakat lainnya. (Erik, Editor: Yanti)