Defakto — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Tajurhalang tahun 2026 resmi dibuka di Pondok Pesantren Nurani/Al-Ubudiyyin. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan keagamaan bagi generasi muda di wilayah Tajurhalang.
Camat Tajurhalang, Ivan Pramudia, menyampaikan apresiasi kepada pihak Pondok Pesantren Nurani/Al-Ubudiyyin yang telah menjadi tempat pelaksanaan kegiatan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ tahun ini.
Dalam sambutannya, Ivan mengatakan terdapat peningkatan jumlah peserta dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia berharap jumlah tersebut dapat terus bertambah pada pelaksanaan MTQ berikutnya.
“Walaupun sedikit, tapi kita harus bersyukur, peningkatan jumlah peserta dari tahun-tahun sebelumnya. Kita tentunya berharap tiap tahun akan terus meningkat,” ujar Ivan.
Menurutnya, pelaksanaan MTQ juga menjadi bagian dari program pembinaan yang telah dirintis sejak dirinya menjabat sebagai Camat Tajurhalang. Ia menegaskan bahwa peserta terbaik dari tingkat kecamatan akan mendapatkan kesempatan untuk mewakili Tajurhalang pada tingkat kabupaten.
Ivan menekankan bahwa proses pembinaan menjadi hal yang lebih penting daripada sekadar mengejar hasil perlombaan. Ia berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat melahirkan lebih banyak generasi muda yang memiliki kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an.
“Saya lebih mementingkan proses. Ketika proses itu berjalan dengan baik, saya yakin hasilnya akan baik. Walaupun hari ini anggap saja kita sedang merintis. Kita sedang merintis, yang namanya merintis pasti hasilnya belum maksimal,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mengandalkan peserta dari luar wilayah untuk mengejar prestasi dalam kompetisi MTQ. Menurutnya, peserta yang dibina harus berasal dari potensi lokal yang dikembangkan secara berkelanjutan.
“Yang terbaik di tingkat kecamatan itu yang berangkat ke tingkat kabupaten. Tanpa harus beli pemain, Pak. Cukup Persib saja yang beli pemain, MTQ mah enggak usah,” ucapnya disambut suasana hangat para peserta dan tamu undangan.
Ivan juga menyoroti pentingnya keterlibatan lembaga keagamaan dan para pengurus masjid dalam memperluas pembinaan Al-Qur’an. Ia menyebut adanya program khataman Al-Qur’an yang telah dijalankan di sejumlah masjid dan berharap program tersebut dapat dikembangkan melalui komunikasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).
Menurut Ivan, kegiatan keagamaan yang semakin banyak diharapkan dapat menjadi salah satu upaya mengurangi berbagai aktivitas negatif yang dilakukan generasi muda.
Ia menyinggung persoalan kenakalan remaja, termasuk tawuran yang masih terjadi di sejumlah wilayah perbatasan Tajurhalang, terutama pada malam akhir pekan.
“Banyak sekali kegiatan-kegiatan yang kurang positif, kurang baik terjadi di Tajurhalang. Ternyata salah satunya adalah bahwa banyaknya waktu luang dari anak-anak kita sehingga memanfaatkannya yang salah,” jelasnya.
Karena itu, ia berharap semakin banyak kegiatan keagamaan dan pembinaan bagi anak-anak muda sehingga waktu luang mereka dapat diisi dengan aktivitas yang positif.
“Kita berharap ini begitu banyaknya kegiatan-kegiatan keagamaan, kita bisa mengurangi efek-efek yang kurang baik terhadap generasi muda kita,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ivan juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala desa, Ketua MUI Kecamatan Tajurhalang, pengurus Pondok Pesantren Nurani, para santri, Ketua LPTQ sekaligus Sekretaris Kecamatan, serta jajaran kecamatan yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut.
Setelah menyampaikan sambutan, Ivan secara resmi membuka MTQ tingkat Kecamatan Tajurhalang tahun 2026.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Tajurhalang tahun 2026 secara resmi saya buka,” pungkasnya. (Erik)