DEFAKTO – Pengerjaan betonisasi jalan di Kampung Citugu, Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, mendapat perhatian publik. Pasalnya, proyek infrastruktur yang masuk dalam program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (Pisew) ini disebut penting karena menjadi akses utama warga menuju pusat pelayanan desa. Namun dibalik aktivitas konstruksi yang terlihat di lapangan, terdapat dinamika yang membuat Pospera turun langsung melakukan pengawasan intensif.
Ketua Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kecamatan Leuwiliang, Dian Pribadi, kembali melakukan peninjauan terhadap pengerjaan jalan tersebut pada Minggu (11/2). Kehadirannya bukan sekadar pemantauan rutin, tetapi merupakan bentuk kontrol sosial agar proyek yang melibatkan uang negara ini benar-benar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat Citugu.
Dian mengungkapkan bahwa progress pengerjaan memang bergerak, namun dirinya menilai bahwa percepatan harus dilakukan lebih disiplin. “Kami melihat ada pergerakan, ada progres. Tapi proyek seperti ini tidak bisa dibiarkan berjalan tanpa pengawasan ketat. Kualitas dan ritme kerja harus dijaga,” tegas Dian saat berbincang dengan awak media ini di lokasi.
Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan terkini, pengecoran badan jalan telah membentang cukup jauh dan struktur pondasi terlihat lebih rapi dibanding pekan sebelumnya. Namun, Dian juga menyoroti pentingnya memastikan material yang digunakan benar-benar sesuai spesifikasi, termasuk ketebalan beton dan kepadatan struktur dasar. Menurutnya, proyek seperti ini rawan mengalami penurunan mutu jika pengawasan lapangan longgar.
“Pospera mengawal karena kami ingin memastikan tidak ada praktik-praktik yang merugikan masyarakat. Jalan ini adalah satu-satunya akses warga Citugu menuju Kantor Desa Puraseda. Kalau kualitasnya asal-asalan, warga yang pertama kali menanggung akibatnya,” ujarnya.
Lebih jauh, Dian menyinggung soal tanggung jawab moral dari para pemangku kebijakan. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi dari Anggota DPR RI Adian Napitupulu serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Doni Maradona Hutabarat, yang mendorong percepatan pembangunan infrastruktur desa di wilayah Bogor Barat. Namun, menurut Dian, komitmen politik harus diikuti dengan pengawasan teknis yang tidak boleh kendor.
“Saya menghargai perjuangan anggota dewan yang sudah membawa program ini masuk ke Citugu. Tapi implementasi di lapangan adalah urusan lain. Di sinilah peran kami memastikan semuanya berjalan sesuai harapan masyarakat,” tambahnya.
Dalam penelusuran awak media ini, sejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek mengakui bahwa kondisi jalan sebelum diperbaiki memang memprihatinkan. Tanah licin saat hujan, berdebu saat kemarau, dan seringkali menyulitkan aktivitas ekonomi warga. Salah seorang warga, Roni (38), mengatakan keberadaan proyek ini sangat dinantikan sejak lama. “Kalau musim hujan kami sering takut turun ke desa, jalannya licin banget. Sekarang sudah mulai dicor, lumayanlah. Semoga selesai cepat,” ujarnya.
Pantauan awak media ini di lapangan menunjukkan bahwa volume aktivitas pekerja meningkat sejak beberapa hari terakhir, menandakan adanya dorongan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai target waktu. Namun hingga kini belum ada informasi resmi dari pelaksana teknis mengenai estimasi penyelesaian total. Pospera berencana mengeluarkan laporan rutin sebagai bentuk dokumentasi publik terhadap perkembangan proyek ini.
Dian menegaskan bahwa pengawasan Pospera bukan bentuk intervensi, tetapi bagian dari fungsi kontrol masyarakat terhadap penggunaan anggaran negara. “Kami ingin memastikan setiap rupiah yang digelontorkan untuk pembangunan desa benar-benar kembali kepada rakyat dalam bentuk manfaat. Itu saja,” pungkasnya.
Dengan kondisi geografis Citugu yang berada di dataran lebih tinggi, keberadaan akses jalan yang layak menjadi kebutuhan mendesak. Betonisasi yang dikerjakan melalui program Pisew ini diharapkan tidak hanya meningkatkan mobilitas warga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, termasuk distribusi hasil pertanian, akses kesehatan, hingga kelancaran aktivitas pendidikan anak-anak warga setempat.
Awak media ini akan terus memantau perkembangan proyek ini dan menurunkan laporan lanjutan begitu ditemukan perkembangan signifikan, baik dari sisi teknis, pengawalan organisasi masyarakat, maupun respons warga desa. (DidiS)