Defakto — Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bogor kembali menetapkan H. Irwan Setiawan sebagai Ketua DMI Kabupaten Bogor untuk masa khidmat 2025–2030. Proses pemilihan berlangsung di Gedung Aula BAZNAS, Jln bersih no 2 komplek pusdai, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Kamis (18/12/2025).
Hasil voting menetapkan H. Irwan sebagai ketua terpilih dengan 21 suara, unggul atas calon lainnya, H. Pupu Saepulloh yang memperoleh 16 suara. Total suara sah sebanyak 37, seluruhnya berasal dari perwakilan DMI kecamatan se-Kabupaten Bogor.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 200 orang tersebut berlangsung kondusif dan demokratis, dengan peserta berasal dari perwakilan 40 kecamatan di Kabupaten Bogor.
Dalam paparannya visi misinya, Irwan menegaskan komitmen membawa DMI Kabupaten Bogor menuju tingkat terbaik di Jawa Barat hingga nasional. Ia menyatakan pentingnya memperluas kemitraan kelembagaan, memperkuat akses pembangunan masjid, hingga memperdalam sinergi kelembagaan dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, hubungan DMI dengan Pemkab Bogor sudah terbangun baik dan berpotensi menghasilkan kemajuan lebih besar dalam meningkatkan pelayanan umat.
“DMI Kabupaten Bogor sekarang punya marwah, punya wibawa. Kita tunjukkan bahwa kita mampu bersaing sampai tingkat nasional,” ujarnya.
Irwan juga membuka peluang beasiswa internasional melalui jejaring DMI. Ia menjelaskan bahwa perwakilan DPR Turki serta donatur dari berbagai negara menyatakan kesediaan memfasilitasi pendidikan bagi anak-anak pengurus masjid yang berprestasi.
“Beasiswa itu jangan hanya lewat kampus-kampus. Kita dorong agar diberikan melalui masjid-masjid,” ucap Irwan.
Selain itu, ia menegaskan kesiapan menjalin kolaborasi lanjutan dengan perguruan tinggi, termasuk Universitas Iftija, guna memberikan akses pendidikan gratis bagi kader DMI Kabupaten Bogor.
Irwan juga menyampaikan pentingnya kemitraan dengan bank syariah seperti BSI dan BJB Syariah dalam memperkuat ekonomi masjid melalui berbagai skema permodalan dan layanan keuangan. Bahkan, BJB Syariah disebutkan hanya akan membuka layanan untuk masjid berdasarkan rekomendasi DMI.
Potensi dana CSR perusahaan besar seperti Bukaka juga akan dimaksimalkan melalui program pembinaan dan pemberdayaan masjid berbasis kecamatan.
Dalam Musda, Irwan juga menyinggung perjalanan sejarah DMI sejak didirikan pada 1972 oleh Presiden Soeharto dengan tujuan menyatukan organisasi masjid lintas ormas. Ia menilai semangat persatuan itu terus relevan dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah di Kabupaten Bogor.
Sidang pleno Musda menetapkan H. Irwan Setiawan sebagai ketua terpilih dan sekaligus Ketua Formatur. Bersama tim formatur, ia diberi waktu 30 hari untuk menyusun struktur kepengurusan baru DMI Kabupaten Bogor untuk masa khidmat 2025–2030.
Keputusan penetapan dibacakan oleh pimpinan sidang dan disahkan secara resmi dalam sesi pleno keenam. Prosesi penetapan disambut suara azan di luar ruangan, dan peserta Musda menyambutnya dengan rasa syukur.
Musda DMI Kabupaten Bogor 2025 ditutup dengan semangat persatuan, sekaligus harapan agar kepengurusan baru mampu menghadirkan program kerja yang lebih luas, lebih kuat, dan lebih bermanfaat bagi umat.
(Erik)