deFakto. Sebuah pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi (KDM), tengah ramai diperbincangkan di media sosial dan berbagai grup WhatsApp. Dalam pernyataan yang kini viral itu, KDM menegaskan bahwa pekerja informal, mulai dari ojek pangkalan, kuli nyangkul, kuli tandur, pemulung, hingga sopir angkot, akan mendapat jaminan asuransi ketenagakerjaan yang ditanggung oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
“Buat ojek pangkalan, buat kuli nyangkul, buat kuli tandur, buat pemulung, buat supir angkot, buat siapapun yang jenis pekerjaannya tidak dibayarkan asuransi oleh majikannya, maka itu menjadi tanggungan pemerintah provinsi dan kabupaten kota,” ujar KDM dalam video yang beredar luas.
KDM juga menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan skema opsi pembiayaan bersama bagi pihak yang tidak mampu menanggung premi penuh. “Contohnya, seorang sopir angkot dengan premi Rp201.000 per tahun, bisa dibagi dua, sebagian dibayar pemerintah dan sebagian lagi oleh pemilik angkot,” katanya.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut hanya berlaku bagi pekerja informal yang tidak memiliki gaji bulanan, tidak memiliki majikan atau perusahaan penjamin, serta bukan anggota TNI, Polri, ASN, maupun karyawan swasta.
“Artinya, siapapun yang bekerjanya tidak bergaji bulanan, tidak ada majikannya, tidak ada perusahaan penjaminnya, bukan anggota TNI, bukan anggota Polri, bukan ASN, bukan pegawai perusahaan, bukan pengusaha — maka itu kategorinya pekerja informal yang nanti mendapat jaminan dari pemerintah,” papar KDM.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa kelompok pekerjaan yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam pernyataannya tidak otomatis masuk dalam kategori tersebut.
“Bagi yang tidak disebut golongan jenis pekerjaannya, mohon maaf. Insya Allah (nanti) semuanya akan mendapat jaminan asuransi ketenagakerjaan,” ujarnya.
KDM menutup pernyataannya dengan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Jawa Barat yang terus mendukung pembangunan daerah.
“Haturnuhun ya buat seluruh warga Jabar yang senantiasa support terhadap pembangunan di Jawa Barat. Salam hormat,” tutupnya. (DidiS)