DEFAKTO – Sejak sore hari, suasana Kampung Pasir Menjul, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, tampak berbeda. Para Pendekar dari berbagai wilayah berdatangan, mulai dari warga setempat hingga rombongan dari Kota Bogor, Depok, Bekasi, Cianjur, Bandung hingga dari Sukabumi bagian Selatan, Sabtu (8/11/25).
Mereka datang dengan pakaian beragam, dari pakaian bebas, seragam resmi LBH Pemdekar, hingga jubah dan udeng di kepala ala para suhu, semuanya menuju markas besar Pendekar untuk memenuhi undangan pimpinan tertinggi mereka. Bahkan beberapa tampak mengenakan seragam Ormas Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (Gempa).
Kedatangan mereka disambut langsung oleh Hendra Sudrajat, S.H., atau akrab disebut Ustaz Haidar, yang sekaligus merupakan Direktur LBH Pendekar. Satu per satu tamu disalami dengan hangat, memberikan kesan kekeluargaan yang begitu kuat. “Terima kasih sudah datang,” ucap Hendra dengan senyum khasnya berulang kali kepada setiap Pendekar yang tiba dari berbagai kota.
Meski tujuan utama mereka adalah menghadiri majelis ilmu dan bersilaturahmi, namun momentum ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antaranggota sebagai keluarga besar LBH Pendekar. Tawa, candaan, dan obrolan akrab mewarnai ruang tengah kantor, ditemani sajian kopi hangat yang disediakan tim LBH Pendekar. Keakraban itu menggambarkan suasana keluarga besar yang penuh persaudaraan.
Menjelang waktu Magrib, kebersamaan itu terhenti sejenak. Para Pendekar kemudian melakukan salat berjamaah di masjid dekat kantor. Setelahnya, ruangan kembali ramai oleh suara tawa dan perbincangan hangat.
Momen sederhana ini menunjukkan bahwa persaudaraan mereka tidak dibatasi jabatan atau posisi; sebagian duduk di kursi, sebagian di lantai beralas karpet, bahkan tidak sedikit yang harus rela mengisi luar kantor tepatnya di bagian samping karena di dalam sudah penuh, namun semuanya merasa setara dalam satu ikatan.
Nilai silaturahmi yang mereka jaga sejalan dengan ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari-Muslim).
Hadist tersebut menjadi pengingat bahwa pertemuan dan kebersamaan seperti yang dilakukan para Pendekar bukan sekadar kumpul-kumpul, tetapi ibadah yang membawa keberkahan.
Selepas salat Isya, para Pendekar bergeser menuju Lapangan Serbaguna di depan kantor YLBH Pendekar. Tempat tersebut menjadi lokasi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang telah dipersiapkan sejak siang oleh panitia. Acara Maulid tahun ini kembali menjadi agenda besar yang rutin dijaga oleh YLBH Pendekar sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Ketua Pembina YLBH Pendekar, Hendra Sudrajat, sebelumnya telah mengajak umat Islam untuk hadir dalam acara tersebut. Ia menegaskan bahwa Maulid bukan hanya seremonial, tetapi wujud mahabbah kepada Rasulullah. “Ini bukti cinta kita.
Nabi SAW mencintai umatnya hingga akhir hayatnya. Maka kita pun wajib mencintai beliau,” ujarnya. Hadis sahih juga menegaskan: “Tidak beriman seseorang hingga aku lebih ia cintai daripada dirinya sendiri, orang tuanya, dan seluruh manusia.” (HR. Bukhari-Muslim).
Rangkaian acara Maulid malam itu akan diisi oleh para Dai dan Mubaligh dari berbagai wilayah Bogor, termasuk Habib Hasan, Ki Arjuna, dan Ki Jampang. Selain tausiyah, akan digelar pula doa bersama memohon keberkahan dan keselamatan untuk masyarakat sekitar. Gotong royong warga RW 02 RT 02 dalam persiapan turut menambah kekhidmatan acara yang dinantikan ini.
Dengan kebersamaan para Pendekar dan masyarakat, suasana Pasir Menjul malam ini tidak hanya meriah oleh semangat Maulid, tetapi juga hangat oleh nilai persaudaraan, saling menghormati, dan cinta kepada Rasulullah SAW. “Mari hadir bukan karena kewajiban, tetapi karena cinta,” pesan Hendra menutup ajakannya.
(DidiS)