DEFAKTO – Paguyuban Ojek Online Kabupaten Bogor (POKAB) menggelar agenda refleksi akhir tahun 2025 sebagai momentum evaluasi kolektif dan perumusan arah gerak ke depan. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor pada Minggu (20/12/2025) ini mengangkat tema besar “Persatuan dan Kolaborasi Ojek Online Kabupaten Bogor, Menjadi Bagian dalam Mewujudkan Bogor Istimewa.”
Di penghujung tahun, refleksi menjadi ruang untuk melihat kembali jejak perjalanan, capaian, kekurangan, serta tantangan yang dihadapi POKAB dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui forum ini, para anggota diajak mengukur kemajuan paguyuban berdasarkan nilai-nilai pengabdian, pelayanan, dan kolaborasi.
Tema khusus “Menakar Capaian Kinerja Kolektif dan Komitmen Perbaikan Tata Kelola Paguyuban” pun mempertegas arah kegiatan, menjadikannya bukan sekadar evaluasi rutin, melainkan ajang introspeksi mendalam.
Acara yang turut dihadiri berbagai organisasi dan paguyuban lain, termasuk Paguyuban Masyarakat Cibinong (PMC), berlangsung dalam suasana hangat dan penuh optimisme.
Banyak peserta mengakui bahwa profesi ojek online kini tidak hanya menjadi mata pencaharian, tetapi juga wadah sosial tempat aspirasi, solidaritas, dan kepedulian tumbuh bersama. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat fondasi kerja sama antar anggota maupun dengan pemerintah.
Dalam sambutan pembuka, Pembina POKAB, Nafis menegaskan pentingnya membangun kepercayaan diri dan kesadaran spiritual dalam menjalani profesi ojol.
“Sebagai ojek online jangan minder. Setiap langkah kita harus diniatkan dengan ikhlas. Jangan lupa meminta doa kepada keluarga, karena akhir tahun ini menjadi bahan evaluasi untuk melangkah lebih baik,” pesannya.
Nafis juga mengingatkan nilai yang selama ini menjadi pegangan POKAB: kita bergerak pasti bisa, sembari berujar bahwa mencari nafkah dan beribadah harus sejalan, carilah duniamu untuk akhiratmu.
Ketua Umum POKAB, Ade Irfan yang akrab disapa Adam, menyampaikan bahwa refleksi akhir tahun tidak hanya mengulas perjalanan 2025, tetapi juga merumuskan langkah menuju masa depan yang lebih terarah.
“Ini bukan hanya acara tahunan, tapi momentum kebersamaan untuk memperkuat persatuan dan kolaborasi ojek online dalam mewujudkan Kabupaten Bogor Istimewa dan Gemilang,” ungkapnya. Ia menyebut bahwa semangat kolaborasi merupakan pondasi utama untuk meningkatkan kapasitas pelayanan ojol kepada masyarakat.
Di hadapan peserta yang memenuhi ruang serbaguna, Adam juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor yang telah memfasilitasi BPJS bagi sekitar 1.800 anggota ojol. Program bantuan kesehatan tersebut dinilai sangat penting bagi pelaku kerja harian yang rentan risiko.
“Bagi yang belum mendapatkan, insyaallah tahun 2026 akan direalisasikan,” ujarnya, disambut optimisme oleh para anggota yang hadir.
Lebih jauh Adam menekankan bahwa nilai introspeksi menjadi inti kegiatan ini. Evaluasi dilakukan bukan hanya untuk mencatat capaian, melainkan juga mengakui kelemahan yang masih perlu diperbaiki.
“Sepanjang perjalanan ini kita harus terus menguji diri, mereview langkah, sejauh mana upaya kita dalam melaksanakan kegiatan dan menyuguhkan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” paparnya.
Evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar untuk meningkatkan tata kelola paguyuban secara lebih transparan, partisipatif, dan berorientasi hasil.
Menutup kegiatan, suasana refleksi terasa begitu kuat. Para peserta saling bertukar pandangan, pengalaman, dan harapan untuk tahun berikutnya. Di tengah dinamika perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi, POKAB ingin memastikan peran ojek online tak sekadar pelengkap transportasi modern, tetapi juga aktor pembangunan yang berkontribusi bagi daerah.
Dengan semangat persatuan dan keihklasan, POKAB berkomitmen menjadikan tahun 2026 sebagai tahun penguatan layanan, identitas, dan kapasitas. Sebab, bagi mereka, Bogor Istimewa bukan hanya slogan, melainkan arah bersama yang harus diperjuangkan.
(Erick, Editor: DidiS)