Defakto — Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Bogor menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) IX dan Pertemuan Empat Bulanan Koordinator Wilayah (Korwil) VI, Selasa (16/12/2025). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Dinas DP3 AP2KB berlangsung di Gedung Serbaguna I Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor dan dihadiri jajaran pengurus, anggota, serta mitra strategis IWAPI.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan tarian tradisional dari Sanggar Rila Wonderland yang dibawakan oleh Tiara dan rekan-rekan. Suasana semakin khidmat dengan pembacaan puisi bertema Hari Ibu oleh Erni, pimpinan Miss Ita, yang berasal dari Inkopad Kecamatan Tajur Halang.
Selain kegiatan rapat, Rakercab IX juga diramaikan dengan pameran bazar UMKM karya perempuan Kabupaten Bogor. Beragam produk dipamerkan, mulai dari aneka krim dan jelly, gorengan, pempek, busana muslim, hingga layanan terapi Sahaja House, sebagai wujud nyata peran IWAPI dalam mendorong ekonomi perempuan.
Ketua Umum DPC IWAPI Kabupaten Bogor, Hj. Inne Roswian Ita, didampingi Ketua Ranting Tajur Halang, Emi Yanis. Turut hadir perwakilan DPD IWAPI Jawa Barat, unsur organisasi mitra, serta sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Dalam sambutannya, Hj. Inne Roswian Ita menjelaskan bahwa Rakercab merupakan agenda rutin tahunan IWAPI untuk mengevaluasi kinerja organisasi. “Raker ini menjadi forum laporan kinerja tahun sebelumnya, pelaksanaan program berjalan, sekaligus perencanaan program kerja ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, IWAPI Kabupaten Bogor kini telah menjangkau hingga tingkat kecamatan. Tercatat terdapat enam koordinator wilayah yang membawahi sekitar 40 ranting, dengan masing-masing ranting beranggotakan delapan hingga sembilan unit usaha perempuan.
Menurutnya, kehadiran perwakilan DPD IWAPI Jawa Barat dalam Rakercab menjadi bagian penting dari mekanisme pelaporan dan penguatan organisasi. “Kami melaporkan apa saja yang telah dilaksanakan pada tahun 2024, capaian tahun 2025, serta rencana program yang akan dijalankan pada tahun 2026,” jelasnya.
Sementara itu, kegiatan Pertemuan Terpadu Empat Bulanan Korwil VI difokuskan pada upaya apresiasi dan penguatan solidaritas antar anggota di tingkat akar rumput. Forum ini menjadi wadah penyampaian program, aspirasi, serta berbagai kendala yang dihadapi pengurus IWAPI di kecamatan.
IWAPI, lanjut Hj. Inne, terus mendorong sinergi dengan aparat setempat, mulai dari pemerintah desa hingga pemerintah daerah. “Kami bergerak ke bawah dan ke atas, menjadi bagian dari sinergi pembangunan daerah, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi perempuan,” tuturnya.
Saat ini, jumlah anggota IWAPI Kabupaten Bogor telah mencapai lebih dari 300 orang. Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui berbagai dinas, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan, Dinas Perikanan dan Peternakan, Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata, serta mitra seperti PHRI dan BUMD, IWAPI diharapkan mampu terus memperkuat peran perempuan agar mandiri secara ekonomi dan berdaya saing di tengah tantangan kondisi sosial ekonomi.
(Erik)