Defakto — Yayasan Umat Manusia Indonesia Antaranya (YAUMA) kembali menyelenggarakan program bakti sosial tahunan berupa khitan massal dan pengobatan gigi gratis, Sabtu (23/11/25) di Kompleks Panti YAUMA, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka. Kegiatan ini merupakan gelaran keempat sejak pertama kali dimulai, dan menjadi tahun kedua kolaborasi antara YAUMA dengan Sedekah Khitan Indonesia (SKI) serta Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI).
Ketua Sedekah Khitan Indonesia Hartono Wibowo dan Ketua PTGMI Kabupaten Bogor–Majalengka Trisya Maulida turut hadir memantau langsung jalannya kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta. Selain khitan massal, panitia juga membuka layanan pemeriksaan dan pengobatan gigi gratis oleh tim medis PTGMI.
Warsono, perwakilan panitia sekaligus bagian accounting YAUMA, menjelaskan bahwa program ini sudah berjalan konsisten tiap tahun.
“Alhamdulillah, untuk program tahun 2025 ini adalah pelaksanaan yang keempat kalinya. Kerja sama dengan SKI sendiri sudah memasuki tahun kedua, dan insya Allah kegiatan ini akan terus kami gulirkan satu kali setiap tahun, biasanya pada bulan November,” jelas Warsono.
Ia menambahkan, dana untuk pelaksanaan kegiatan tahun berikutnya bahkan sudah mulai terkumpul sejak tahun ini.
Warsono menceritakan bahwa awal mula kerja sama dengan SKI terjadi secara tidak sengaja.
“Kebetulan salah satu pengurus SKI pernah punya teman kuliah yang kini menjadi bagian dari YAUMA. Dari pertemanan itu akhirnya terjalin komunikasi hingga bisa bersinergi membuat program yang insya Allah bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Warsono menegaskan bahwa seluruh kegiatan berjalan berkat dukungan donatur.
“Kami hanya perantara antara kaum aghniya dengan kaum dhuafa. Apa yang kami terima dari donatur kami salurkan kepada mereka yang membutuhkan,” tuturnya.
Sebagai bentuk akuntabilitas, YAUMA melakukan audit eksternal setiap tahun dan sudah mengantongi predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama tujuh tahun berturut-turut hingga 2023. Audit untuk tahun 2024 saat ini masih dalam proses.
Untuk tahun 2026, YAUMA akan melanjutkan program beasiswa pendidikan, santunan guru ngaji, bantuan untuk jompo, serta santunan rutin untuk anak-anak yatim di luar asrama. Program khitan massal bersama SKI rencananya juga tetap menjadi agenda tahunan.
Di penghujung wawancara, Warsono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada SKI dan PTGMI atas kerja sama dan dukungannya. Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga membagikan bingkisan dan uang santunan kepada anak-anak yang telah dikhitan.
Diketahui, YAUMA berdiri pada 11 Mei 2012 dengan tujuan membantu negara dalam pengasuhan anak yatim, anak terlantar, serta kaum dhuafa. Yayasan ini bukan milik pribadi, bukan milik organisasi, dan tidak terkait partai politik.
Saat ini YAUMA memiliki 16 cabang dan mengelola sekitar 160 anak dalam asrama, serta lebih dari 2.000 anak yatim dan dhuafa di luar asrama yang rutin menerima santunan setiap satu hingga dua bulan sekali. Program YAUMA meliputi bidang sosial, keagamaan, dan pendidikan, termasuk pemberian beasiswa bagi anak-anak yatim dhuafa dari jenjang SD hingga SMA.
Laporan: Racil