Defakto – Getaran kembali terasa di tubuh Ormas Gempa. Kali ini bukan gempa bumi, melainkan instruksi keras dari Panglima Ormas Gempa, Al Haidar, yang mewajibkan seluruh pengurus DPD Kota Depok merapat ke markas Dewan Kehormatan DPP di Cigombong, Kabupaten Bogor, Minggu (5/10) pukul 13.00 WIB.
Instruksi tersebut disampaikan langsung melalui grup WhatsApp ormas, dengan nada yang tak kalah tegas layaknya komando militer. “Seluruh KSBP dan staf jabatan lain khusus Depok wajib hadir, membawa seluruh dokumen terkait,” begitu kurang lebih isi perintah yang beredar.
Alasan di balik instruksi ini bukan main-main. Disebutkan bahwa sistem administrasi DPD Kota Depok dinilai mundur, sehingga perlu “guncangan” dari tingkat pusat. Panglima menekankan pentingnya ketaatan dalam menjalankan roda amanah jamaah imamah, khususnya bagi sekretaris, panglima internal, dan perangkat lainnya.
Musyawarah di Cigombong disebut akan menjadi ajang evaluasi besar-besaran. Para pengurus diminta untuk tidak datang dengan tangan kosong, melainkan menyeret seluruh dokumen yang berkaitan dengan kepengurusan DPD Depok. Tanpa itu, musyawarah dianggap pincang dan sia-sia.
Dalam pesan yang disampaikan, Panglima menegaskan bahwa instruksi ini bukan sekadar imbauan, melainkan kewajiban yang harus ditaati. Nada perintah tersebut sontak membuat suasana grup WhatsApp mendidih, antara yang siap berangkat dan yang masih bingung harus “menggotong berkas” dengan apa.
Tak sedikit kader yang menilai gaya kepemimpinan Panglima memang khas: lugas, keras, dan satir. “Kalau bukan begini, pengurus Depok nggak bakal gerak,” ujar salah seorang anggota ormas yang enggan disebutkan namanya, sembari menambahkan bahwa cara Panglima ini sudah terbukti membuat roda organisasi tetap berjalan.
Cigombong pun dipastikan akan menjadi titik kumpul penting. Desa Pasir Jaya, tempat Dewan Kehormatan DPP berada, diprediksi mendadak ramai oleh kedatangan rombongan Depok. Bahkan warga setempat sudah mulai bersiap menerima kedatangan ormas dengan bendera yang terkenal berlogo “gempa”.
Bagaimanapun, intruksi ini menandai satu hal: Depok kembali menjadi sorotan dalam dinamika internal ormas. Dan jika musyawarah kali ini benar-benar dijalankan sesuai instruksi, bisa jadi Depok akan bangkit dari keterpurukan administrasi—atau justru diguncang gempa yang lebih besar dari dalam tubuhnya sendiri. (DidiS)